Monday, 3 August 2015

2 cara meresponi hadiah Tuhan, yang menentukan masa depan kamu.

"Talents and charisma can take you to the top, but only character can keep you there…“

Mungkin kamu-kamu pernah mendengar kutipan tersebut, tetapi kenapa sih karakter sedemikian pentingnya, bahkan lebih penting dari talenta atau karisma ?

Kita suka iri ga sih, dengan bakat teman-teman kita yang kayaknya kok serba bisa dan popular. Orang-orang ini kayaknya seperti sebuah ‘magnet’ keberhasilan. Alhasil karena rasa iri kita kita suka berpikir "Andaikan aku punya bakat seperti dia”, "Wah, coba aku secantik dia", “Asik yah jadi dia, disenangi banyak orang”.

Kita tidak bisa memilih talenta kita seperti apa, kita dilahirkan dikeluarga seperti apa, kita

Monday, 27 July 2015

2 Langkah Jitu Untuk Hidup Yang Lebih Baik

image : theurbandater.com
Sebenarnya kenapa Tuhan ingin kita hidup kudus ? Tentu saja untuk kepentingan kita sendiri, Tuhan sering mengingatkan kita untuk hidup kudus karena memang itu adalah satu-satunya jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Bayangkan seorang Bapak yang sudah beristri, pintar cari duid, pintar bangun relasi, pintar mendidik anak-anaknya, tetapi suka berselingkuh.... Tentu saja suatu saat akan hal ini akan menjadi bom waktu bagi orang tersebut, rumah tangganya sedang menuju kekacauan bukan menuju kedamaian. Setuju ?

Nah, pertanyaannya, bentuk kekudusan itu seperti apa sih ?
Apakah dengan kita tidak merokok, tidak minum, tidak party, tidak nge-drugs, tidak ciuman sebelum menikah dsb itu disebut kekudusan ?
Yah itu disebut kekudusan, tetapi sebenarnya suka nyadar gak, bahwa setiap orang mempunyai standar kekudusan yang berbeda-beda. Ada yang merasa it’s oke untuk nge-beer, ada yang bilang enggak, ada juga yang bilang ga apa-apa untuk ciuman or ngerokok, itu wajar koq, ada juga yang bilang enggak.

Opps… hati-hati lho, kita harus kembali lagi ke standar kekudusan yang Tuhan katakan, bukan standar yang mayoritas orang katakan.
Karena terlalu luas bila dibahas satu persatu bentuk kekudusan tersebut, mari kita pelajari akarnya,

Wednesday, 8 July 2015

Transformasikan diri kamu berdasarkan temperamen

Pernahkah kamu menemui seseorang yang sudah kamu nasehati, kamu arahkan, bahkan kamu marahi, tapi karakternya tidak berubah ? masih keras kepala, seenaknya, sombong, mudah emosi…
Seringkali perubahan terbesar yang kita inginkan (kita berpikir) datangnya dari luar padahal sebenarnya perubahan terbesar ada dalam pola pikir kita. Walaupun seseorang berada dilingkungan yang baik, namun bila masih ada kekerasan hati tetap tidak akan membawa perubahan sifat atau karakter-karakternya. Makanya tidak aneh bila banyak orang yang kenal Yesus, tapi tidak mengalami perubahan karakter.

Kenapa seorang petinju membutuhkan seorang pelatih ? Toh belum tentu pelatih tersebut lebih hebat dari petinjunya kan ? Karena seorang petinju tetap membutuhkan seseorang untuk melihat “blind spot” sang petinju, agar bisa mengkoreksi kekurangan-kekurangannya. Apakah pergerakan kakinya salah, posisi badannya salah, tinjunya kurang keatas dsb.
Dan hebatnya Allah pencipta kita sudah menyediakan pelatih-pelatih agar kita semakin maksimal!

Monday, 29 June 2015

Manusia Kecil Vs Manusia Besar

Tahukah kamu, salah satu kelemahan manusia adalah selalu merasa benar ?
Ada seorang karyawan (anggap saja namanya : Kutu Kupret) yang selalu complain mengenai kekurangan perusahaannya, semua hal dikeluhkan; terlalu banyak peraturan, tidak memikirkan kesejahteraan karyawan, pemilik yang terlalu cuek, tidak ada bonus ini itu, kerjanya terlalu berat… berbagai macam hal.

Suatu ketika, curhatlah Kupret ini pada saudaranya yang sudah menjabat sebagai manajer di sebuah perusahaan besar yang sudah membuka cabang diseluruh dunia. Setelah berjam-jam curhat, dengan emosi dan perasaan yang meluap-luap. Saudaranya hanya ngomong gini :
“Hey Kupret kamu itu seperti seorang supir yang sering mengeluh karena kemacetan kota. Karena kamu pakai mobil, kamu tidak bisa melihat kondisi beberapa blok didepan kamu. Kamu hanya melihat dengan sudut pandang yang kecil.

Monday, 22 June 2015

Mari mencintai tanpa logika...

“Bukan nya aku tak tahu
Kau sudah ada yang punya
Karna kau telah bisikkan cintamu padaku
Ku tahu engkau berdusta”
“Cinta ini kadang kadang tak ada logika”

Sepenggal lirik dari lagu agnes monica mengingatkan kita akan cinta yang sudah diluar logika atau diluar akal sehat. Yah kamu pernah ‘kan punya teman yang sudah dinasehati ini itu, jangan sama si A, jangan sama si B soalnya gini gini…
Eh namanya cinta mah engga pake logika. Nasehat kamu malah sering tidak didengar. Bahkan banyak yang meninggalkan imannya gara-gara cinta.
Mungkin itu hebatnya cinta lha yah (cinta yang salah sih sebenarnya).
Tapi disini kita tidak akan membahas tentang relationship, tapi kita belajar menginstropeksi diri, kalau manusia bisa mencintai tanpa logika, kenapa yah kita begitu susah mencintai Tuhan tanpa logika juga.

Wednesday, 17 June 2015

Ini caranya agar doa-doa kamu dikabulkan

http://chicnsavvyreviews.net/
Seberapa percayakah kita, bahwa Tuhan mendengar semua doa-doa kita ? Salah satu kelemahan manusia adalah mempercayai apa yang dilihatnya, sehingga setiap apa yang tidak terlihat pasti diragukan, termasuk doa itu sendiri, seringkali dianggap sepele karena tidak kelihatan.

Tahun 1986, NASA membuka lowongan bagi 1 guru di Amerika untuk menjadi astronaut. Seorang guru bernama Frank Slazak berdoa mati-matian dan berusaha mengisi lembar aplikasi sebaik mungkin, agar menjadi 1 orang beruntung tersebut. Doanya terjawab! Dari 46000 guru diseleksi hingga menjadi 100 orang. Frank memang masuk diantara 100 orang tersebut, namun singkat cerita bukan dia yang terpilih menjadi 1 guru yang berhak ke luar angkasa.
Frank kecewa luar biasa, Frank merasa doa-doanya tidak didengar Tuhan “Why God? Why not me? What part of the right stuff did I lack? How could I face my students, my family and may community?”
28 Januari 1986. 17 Detik saat lepas landas Pesawat Challenger yang menjadi impian Frank meledak. Di saat itu semua pertanyaan Frank barulah terjawab.

Terjawabnya doa terkadang tidak bisa langsung terlihat wujudnya, seperti yang dialami Frank. Namun bukan berarti

Friday, 12 June 2015

The Negotiator

Kalian pernah kan melihat teman, saudara, atau bahkan orang tua kalian sendiri, demi nawar seribu rupiah aja, sampe ngebela-belain debat dulu tuh sama pedagang.
Terkadang ada orang yang suka sekali tawar-menawar. Prosesnya bisa lama, tetapi memberi kepuasan tersendiri ketika menawar. Sebab kita bisa memperoleh harga yang disepakati bersama, bukan ditetapkan sepihak oleh si pedagang. Karena itu ada sebagian pedagang yang sudah mensiasatinya dengan label “Harga PAS”

Sama halnya dengan doa, ada orang yang ngomong, dalam doa tidak ada negosiasi (Harga PAS
). “Doa tidak mengubah Allah. Hanya mengubah si pendoa.”
Bukankah rencana Allah pasti terjadi? Bukankah jodoh, sakit penyakit, kecelakaan dsb semuanya ditangan Tuhan ? Bukankah Tuhan selalu tahu isi hati kita ? Ngapain kita berdoa. Gitu cenah kata orang-orang.
Lho, kita hidup jangan karena “cenah kata kebanyakan orang”.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...