Thursday, 30 March 2017

Penting aku atau mereka


Markus 6:34-37
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini." Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"

Yesus, Sang Gembala, tergerak hati-Nya oleh belas kasihan saat melihat orang banyak karena mereka seperti kawanan domba tanpa gembala. Namun menariknya, Yesus tidak hanya mengajar mereka, Yesus memberi makan mereka!

Rasa Belas kasih lah yang akan menggerakkan seseorang untuk keluar dari dari kepentingan pribadinya, lalu mengarahkan hati dan  pikirannya kepada orang lain.
Setiap hari kita berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki beragam kebutuhan, beragam masalah, beragam hal yang tidak tentu. Orang yang sedang bergumul dengan penyakit, orang yang perlu dukungan, dan kehadiran orang lain yang akan memberinya semangat hidup. Melihat kondisi ini, apakah kita mau berkorban untuk memenuhi harapan mereka?

Apapun perbuatan / pemberian kita (uang, nasi bungkus, baju layak pakai, pembesukan, mobil jemputan, telinga yang mendengar, kata-kata yang menghibur, sentuhan kasih, keterampilan medis, dll), ketika dilakukan demi dan bagi Kristus, dapat dipakai Tuhan untuk membawa banyak orang takjub akan Dia dan membuka hati untuk mendengarkan Kabar Baik-Nya.
Bentuk pengorbanan ada beberapa bentuk, berkorban tenaga, waktu, materi, dan perasaan. Minggu ini kita akan menantang diri kita masing-masing agar mau berkorban tenaga.

Mengorbankan tenaga kita untuk orang lain, sederhana sekali sebenarnya, yaitu bekerja dengan kasih.
1 Korintus 16:14" Lakukanlah segala pekerjaan mu dalam Kasih"
Dan bekerja disini bukan berarti hanya bekerja di kantor atau usaha yang sedang kita jalankan, tapi dimana pun kamu berada, baik itu di kuliah, di keluarga, di pelayanan, di tempat umum. Jadilah orang-orang yang bekerja dengan kasih. Yang dalam arti kita bekerja dengan menjadi dampak, menjadi inspirasi buat orang lain.
Mungkin kita sering berpikir, untuk apa bersusah-payah mengurusi orang lain dan merepotkan diri sendiri, sedangkan hidup kita saja sudah banyak masalah. Namun Tuhan seringkali berkata sebaliknya, lebih baik memberi daripada menerima.
Kis 20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.


Abraham Maslow seorang ahli psikologi membagi motivasi seseorang bekerja dalam sebuah hirarki. Semakin tinggi motivasi seseorang, semakin tinggi kinerjanya. Semakin tinggi kinerjanya semakin membawa hasil positif bagi lingkungan sekitarnya.
Coba intropeksi diri kalian masing-masing, berada dimanakah posisi kalian saat ini. Dibagi dalam tiga lingkup :
  1. Tempat kerja/kuliah.
  2. Keluarga.
  3. Gereja.
Apakah kamu sudah malas bekerja dan ingin pindah ? or kamu sudah tidak betah di rumah, atau kamu sudah malas melayani di gereja ? hati-hati jangan sampai kita menjadi orang Kristen yang low motivation dan masuk kategori survival. Ketika kita tidak melakukan pekerjaan dengan baik sebagai karyawan, pengusaha, sebagai mahasiswa, sebagai anak dalam keluarga, sebagai pelayan dalam gereja kita tidak akan berbuah. Kita tidak akan memberi dampak yang signifikan bagi kehidupan orang lain, bahkan bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain.
So… sangat penting agar kita mempunyai motivasi yang baik dalam segala sesuatunya, jangan karena “ga ada duidnya” sehingga kita bekerja setengah-setengah, atau karena sebal sama dosennya, kita lebih memilih pindah kelas. Atau karena sudah malas dengan kelakuan orang-orang rumah, kita malah tidak berkomunikasi sama sekali, diam dalam kamar seharian.

Jangan sampai kita mau mengorbankan tenaga kalau “ada maunya” atau untuk pencitraan diri saja. Teruslah beri yang terbaik dalam segala pekerjaan kita, terlepas ada orang yang memuji atau tidak, terlepas  ada yang menghargai atau malah mencemooh. Telepas pekerjaan yang kita lakukan adalah pekerjaan yang bergengi atau pun pekerjaan yang dianggap rendah (misalkan memungut sampah yang berserakan). Atau melihat orang lain yang memberi lebih sedikit kelihatannya lebih banyak menerima, jangan kecil hati, jangan goyah iman mu. Sebuah berlian tidak akan pernah meredup sinarnya walau di tempat sampah. Pada waktunya akan ada yang mengambil. Andalah berlian tersebut, yang sangat berharga di Mata Tuhan.
Mat 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

Dian Paramita seorang bloger dari Yogyakarta berkesempatan membuntuti kehidupan Pak Ahok (Gubernur Jakarta) seharian full. Lengkapnya bisa dibaca disini www.dianparamita.com
Ternyata segudang kesibukan yang dihadapi Pak Ahok tidak terpancarkan melalui rautan wajah Pak Ahok. Di akhir kesempatan  Dian sempat mewawancarai beliau : 
"Tadi saya lihat banyak banget ya Pak yang pengen foto sama Bapak. Apa nggak capek?"
"Kalo kamu melayani orang dengan senang hati, mesti nggak capek. Pekerjaan pemerintah ini nggak bisa pura-pura. Kalau kamu pura-pura, kamu burn out, nggak tahan. Saya sudah terbiasa seperti ini belasan tahun."
"Lalu kenapa Bapak senang melayani orang?"
"Karena saya memutuskan masuk politik kan untuk melayani orang. Karena pekerjaan ini untuk melayani banyak orang."
"Itu tujuannya, tapi kenapa Bapak ingin melayani orang? Kenapa senang melakukannya?"
"Dari kecil, dibentuk dari Bapak, kalau mau menolong orang, ya harus melayani orang.”
Trus Bapak kangen nggak sama kehidupan biasa, misal ke supermarket gitu?"
"Sudah saya matikan. Nggak ada lagi. Dahulu saya paling suka belanja di supermarket, jalan. Sekarang saya sudah nggak ada keinginan itu lagi. Kalau punya keinginan, harus segera dilupakan saja. Kita harus terima nasib kita harus kayak gitu. Karena suka kita melayani lebih besar daripada keinginan itu."
"Wahhh...”
Hikmah : Dalam bekerja sepenuh hati pasti ada hal-hal yang hilang dalam hidup kita, seperti kesukaan Pak Ahok belanja di supermarket. Tapi lihatlah Pak Ahok sesibuk itu pun tidak stress, namun mendapat sukacita yang kekal, karena beliau bekerja dengan melayani, bekerja dengan kasih bagi rakyat Indonesia.
Di akhir wawancara Dian bertanya : "apa keinginan pribadi Bapak?"
"Saya pribadi hanya ingin ada keadilan sosial. Orang mendapatkan haknya. Secara pribadi saya tidak bisa membantu banyak orang. Makanya lewat menjadi pemerintah bisa membantu banyak. Seperti keadilan sosial, bantuan sosial. Orang sakit, ada BPJS, ya pergi berobat. Sekolah pun begitu. Itulah keadilan sosial."

Diskusi :
  1. Sebutkan hal praktis yang dapat kita lakukan untuk membantu keluarga di rumah, teman di kampus/tempat kerja.
  2. Ceritakan pengalaman pengorbanan yang teman-teman pernah lakukan bagi orang lain.

Tuesday, 21 March 2017

Family is your best friend


Kita sering mendengar istilah sobat karib. Sebenarnya seperti apa sih ciri-cirinya bahwa pertemanan sudah bisa disebut sobat karib ?
Mungkin jawabannya tidak jauh dari ini : Sobat karib adalah seseorang yang bisa kita terima kekurangan kelebihannya, dan kita rela berkorban demi sobat karib kita.
Manusia tidak dapat hidup sendirian dan membutuhkan komunitas atau teman yang cocok. Cocok tidak harus sama tetapi juga bisa kontras. Contoh: Bila kita memencet odol dari bagian bawahnya secara rapih, mungkin Kakak atau Adik kalian memencet odol asal saja, yang penting keluar odolnya.

Nah... komsel kali ini kita tidak akan membahas sobat karib, tetapi tentang keluarga.
Kenapa keluarga ? karena keluarga adalah komunitas paling pertama dan utama dalam kehidupan kita. Keluarga adalah tempat dimana kita dimiliki dan memiliki. Keluarga adalah tempat dimana kita jadi diri kita sendiri, keluargalah yang biasanya paling tahu kita apa adanya. Karakter kita, masa depan kita sangat ditentukan dengan apa yang terjadi dalam keluarga.
Lho, lalu apa hubungannya dengan sobat karib dong ?
Begini Bro & Sis… Jaman sekarang orang semakin terbuka, semakin sayang dengan sobat karibnya bukan dengan keluarganya. Iya ga sih ?
Padahal keluarga itu sangat penting untuk masa depan kita, sudah sewajarnya kita turut andil menjaga keharmonisan keluarga. Toh Kebahagiaan keluarga adalah kebahagiaan kita juga.
Dan apa sih kado terindah, kekal dan berguna bagi keluarga kita ? Jawabannya, adalah saat seluruh anggota kita dipulihkan dan mau menerima Yesus sebagai juru selamat.
Namun hal tersebut tidak mudah, apalagi status kita sebagai anak yang harus menghormati dan mau diatur. Karena itu dalam persahabatan dengan sobat karib ada nilai-nilai positif yang bisa kita pelajari untuk diterapkan dalam keluarga. Misalkan dua hal dibawah ini :

1. Penerimaan 
“Kita berantem tapi sayang itu tetap ada” –sobat karib-
Mazmur 133:1&3b  Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! …. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Mazmur berkata kita harus diam bersama dengan rukun! Bukan melarikan diri karena tidak betah dirumah, bukan saling diam & menjadikan rumah bagai losmen, pergi pagi, pulang malam tanpa menyapa, tanpa komunikasi. Meskipun keluarga, se-darah & se-DNA, tetap saja yang namanya perbedaan selalu ada, namun perbedaan bukan permasalahan yang utama. Seringkali yang jadi permasalahan adanya tidak ada penerimaan.
Tidak ada keluarga yang sempurna, karena keluarga terdiri dari individu-individu yang tidak sempurna. Anak-anak lahir dari kedua orang tua yang tidak sempurna, what do you expect?
Itu sebabnya jangan kita terkecoh dengan pemikiran: kenapa ya keluarga saya kok begini ya? Tidak seperti keluarga itu?
Sangat mudah untuk mencintai seorang yang sempurna, tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi tidak ada orang yang seperti itu dimuka bumi ini. Jadi kita harus mengatur ekspektasi kita supaya kita tidak kecewa, kita harus belajar menerima.
Tuntutan yang tidak perlu dapat menyebabkan kita negatif thinking dan membuat kamu mudah dikecewakan oleh keluarga.

2. Prioritas
“Kalau kenapa-napa, lapor aku aja sobat” –sobat karib-

Coba kalau kalian ditelepon oleh keluarga diminta tolong menemani beli barang, dibandingkan dengan menemani temen kalian untuk beli barang. Lebih memilih yang mana ? menemani keluarga atau menemani temen ?
Mungkin hal tersebut adalah salah satu dari sekian banyak indikator, apakah kita mengasihi keluarga kita atau tidak.

Kalau ditanya kalian sayang keluarga engga ? pasti dengan mudah menjawab iya.
Tetapi kalau ngomong sayang harus dibuktikan dengan tindakan yang nyata betul tidak ?
Hebatnya keluarga, seringkali walau tidak ditemenin dan dinomor duakan tetap kalian disayang lho. Buktinya kalian masih bisa makan dan tidur dalam rumah :p

Dalam sebuah hubungan, yang menentukan kualitas hubungan tersebut adalah kita sendiri.
Semua relationship yg kita punya, memiliki persamaan yaitu kita (saya) ada didalamnya. Jadi kalo kia mengupgrade diri kita menjadi lebih baik, maka secara tidak langsung hubungan yang kita punya juga akan berubah, termasuk hubungan kamu dengan keluargamu.

Ams 4:23 "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan"

"the bigger your heart the bigger your world"

Bukan masalah seperti apa lingkungan keluargamu, tetapi prioritas kita untuk mengasihi tanpa pamrih, berkorban waktu, tenaga tanpa mengharapkan balasan. Disitulah kita memancarkan kehidupan.
Tidak perlu menginjil atau membacakan ayat-ayat Alkitab untuk keluarga.
Keluarga kita akan tertarik dengan seberapa banyak kita memprioritaskan mereka. Termasuk saat ada masalah dalam keluarga, seberapa banyak kita menjaga hati untuk mengasihi keluarga kita.
Ataukah karena kita tidak mendapat dukungan moril, materi untuk kuliah dari keluarga, lalu kita berhak menyalahkan keluarga kita ? Apakah hal tersebut memancarkan kehidupan atau mematikan hubungan ?
Masalah akan selalu ada, itu artinya kita amsih hidup dan bernafas. Masalah hilang ketika kita sudah mati.

Kita harus memahami bahwa Apa yang ada di benak Tuhan bukanlah kenapa atau mengapa terjadi, atau justru apa yang terjadi, namun justru yang Tuhan pikirkan adalah apa yang terjadi setelahnya. Disaat ada masalah datang, selalu ada kasih, mujizat, penghiburan.

We need to understand that sometimes things doesn’t work out, sometimes they do.

Dalam alkitab, tidak dikatakan Tuhan hanya membuat segala yang baik aja, tetapi Tuhan bilang “all things" artinya semuanya digunakan untuk kepentingannya. Tidak ada yang sia-sia dalam kacamatanya Tuhan. Sayangnya kita cenderung tidak mengerti maksud baiknya Tuhan.

Jadi apapun yang terjadi dalam keluarga kalian, tetaplah memprioritaskan keluarga, jadilah seseorang yang memancarkan kehidupan dalam sebuah hubungan.

Diskusi :

1. Bagaimana kondisi keluarga kalian ? Kalian bisa menerima sepenuhnya ?
2. Apa yang dapat dilakukan bila keluarga tidak harmonis ?

-What you can do to promote world peace ? Go home and love your family-
Mother Teresa

Sunday, 19 June 2016

Rahasia Menjadi Bahagia & Panjang Umur

Hormati orang tua - Sayangi Keluarga
Sebenarnya kalau Alkitab bisa diperas, intisarinya apa sih ?
Tentu sebagian dari kalian tahu bahwa yang terutama adalah "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Tapi tahukah kamu dua hukum tersebut tergambarkan juga di 2 loh batu yang Tuhan Firmankan pada Musa. Perintah ke-1 sampai dengan ke-4 adalah perintah yang berhubungan dengan Tuhan, sedangkan perintah yang ke- 5 hingga 10 adalah perintah yang berhubungan dengan sesama.
Dari 5 perintah yang berhubungan dengan sesama, perintah pertamanya adalah : “Hormatilah Ayah  dan Ibumu” (Kel 20:12). Berarti sungguh sangat spesial perintah ini karena diucapkan pertama oleh Tuhan, bahkan ini perintah dari jaman dahulu lho, sebelum Yesus datang (note: jaman peperangan, saling bunuh-bunuh-an :p aja udah disuruh hormatin orang tua). Dan ingat,

Wednesday, 8 June 2016

Kenapa Salib itu begitu penting ?!


Kasih Kristus diatas kayu salib berbicara tentang kerendahan hati & mau melayani.

Seperti kisah seorang pemuda yang jatuh kedalam lubang & mencari pertolongan.
Orang pertama lewat & pura-pura tidak mendengar teriakan si pemuda.
Orang kedua lewat dan hanya menasehati "Hey nak, makanya lain kali hati-hati." lalu orang itu lewat begitu saja tanpa menolong.
Orang ketiga lewat juga "Wah nak kamu tidak apa-apa ? Bersabar yah, mungkin nanti ada yang menolong kamu" lalu orang itu juga lewat tanpa menolong juga.
Namun Yesus datang, tanpa banyak bicara dia langsung turun & mengulurkan tangan-Nya menolong si pemuda.

Sama halnya seperti kerendahan hati Yesus yang turun kedunia, disalib untuk menebus dosa manusia.

Jadi janganlah kita seperti ketiga orang dikisah tersebut (cuek, omdo, cari muka dsb), tapi

Tuesday, 31 May 2016

Stop meng-lumrah-kan


Pernahkah Anda melihat kali atau selokan yang airnya berwarna hitam ? Mungkin Anda merasa jijik saat pertama kali melihatnya. Tetapi bagi warga sekitar yang tinggal di kali tersebut, pemandangan tersebut adalah hal yang lumrah.
Sesuatu yang lumrah akan dianggap biasa, akan dianggap wajar. Masalahnya terkadang hal-hal yang salah karena sudah menjadi kebiasaan atau menjadi pemandangan sehari-hari, jadi dianggap lumrah. Kebiasaan salah akan dianggap benar, karena “lumrah”.
Hal ini bukan saja tentang kebersihan lingkungan, tetapi dari berbagai macam kejadian sehari-hari. Jaman sekarang sepertinya semakin lumrah untuk menyogok aparat

Monday, 22 February 2016

3 Langkah yang harus kamu jalani sebelum sukses


Semua orang pasti memimpikan kehidupan yang bahagia, sukses dalam hal financial, karir, mempunyai keluarga yang damai sejahtera dan mencapai tujuan hidup yang maksimal.
Tapi ternyata tidak semua orang bisa mewujudkan mimpinya. Kenapa yah kira-kira ? apakah karena takdir ? Kalau kalian percaya yang namanya takdir… Selamat ! Iblis telah berhasil menjatuhkan Anda dan Anda tidak perlu berusaha membaca kelanjutan artikel ini.

Wednesday, 26 August 2015

Ooo.. ternyata ini bedanya orang yang berdoa saja dengan orang yang berdoa + berusaha.

Pic : www.dailymail.co.uk
Apa sih bedanya Kasih Karunia (Grace) dan Perkenanan Tuhan (God's Favor) ?

Grace adalah suatu pemberian yang Tuhan berikan dengan cuma-cuma. Suatu pemberian tidak perlu usaha untuk mendapatkannya.That’s why keselamatan itu dikatakan grace, It’s nothing to do with our action.
Suatu pemberian yang ga ada urusannya dengan layak ga layak.
Grace adalah saat sekarang kamu masih bisa bernafas, saat kamu nangis-nangis butuh pertolongan Tuhan jawab, saat kamu ingin sesuatu Tuhan beri, tetapi level kamu mentok disitu-situ saja, tidak pernah bertumbuh.

Tapi Favor adalah suatu pemberian Tuhan, yang untuk mendapatkannya, ada harga yang harus dibayar. Favor adalah pemberian dari Tuhan yang untuk mendapatkannya, engkau harus memenuhi persyaratannya. Engkau perlu layak dulu dan tentu saja

Wednesday, 19 August 2015

2 Cara Jitu Agar Kamu Bisa Kaya Seumur Hidup

“Aduh si dia Handphonenya keren” “Aduhhh enak yah kalau punya mobil.” “Aduh seandainya saya lahir dari keluarga kaya.”
Kamu pernah berpikir seperti itu ga ? Berimajinasi “betapa bahagianya kamu, kalau punya…. “
Saya rasa hampir kebanyakan orang pernah berimajinasi seperti itu. Tetapi yang jadi perhatian kita semua adalah bagaimana kita meresponi pikiran tersebut. Jangan sampai kita membuahi pikiran tersebut menjadi sesuatu yang negatif.

1 Tim 6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Kenapa yah uang disebut akar kejahatan dan menyiksa diri ?
Karena uang bukanlah alat kebahagiaan! Jangan menggantungkan kebahagiaan kita berdasarkan uang. Ada uang bahagia, tidak ada uang bahagia. Tuhan tidak menciptakan kita serupa gambarNya hanya

Thursday, 13 August 2015

Ini Alasan Kenapa Teman Baikmu Ikut Menentukan Masa Depan Kamu

Tidak ada gereja yang sempurna! mungkin ada gereja-gereja yang besar secara kuantitas, ada juga yang kecil, tetapi kita patut bersyukur setiap berdirinya sebuah gereja, akan ada anak-anak muda yang diubahkan.
Mulai dari ratu dugem, preman jalanan, anak-anak yang ga punya figur Bapa, anak-anak broken home, anak-anak yang tidak dapat kasih sayang keluarga, anak-anak yang putus harapan, minder, keras, sombong, emosian, pendendam....
Berbagai macam anak bisa ada di gereja. Ingat gereja bukanlah tempat bagi orang kudus, tetapi tempat orang-orang berdosa yang mau diubahkan.

Aplikasi Path menjelaskan bahwa manusia cenderung memiliki
5 orang "sahabat terbaik",
15 orang "teman baik",
50 orang "keluarga dan teman dekat",
serta jumlah teman keseluruhan sebanyak 150 orang.

Diri Kamu Yang Sekarang Belum Maksimal Kalau Belum Melakukan 3 Hal Ini

Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal.

Tuhan perlu membentuk dan mengijinkan masalah. Kualitas dibentuk karena proses…
Ibaratkan sebuah perusahaan dalam menerima karyawan. Diperlukan ujian dan test-test yang harus dilalui pelamar kerja, kalau dalam bahasa alkitabiahnya sih butuh ujian beban. Mana yang mentalnya kuat, mana yang mentalnya lemah, akan terlihat ketika seorang pekerja diperhadapkan pada ujian beban tersebut.
Toh tidak mungkin menempatkan seseorang yang mentalnya lemah untuk menempati posisi Kepala Bagian ‘kan ? Tentu saja akan

Monday, 3 August 2015

2 cara meresponi hadiah Tuhan, yang menentukan masa depan kamu.

"Talents and charisma can take you to the top, but only character can keep you there…“

Mungkin kamu-kamu pernah mendengar kutipan tersebut, tetapi kenapa sih karakter sedemikian pentingnya, bahkan lebih penting dari talenta atau karisma ?

Kita suka iri ga sih, dengan bakat teman-teman kita yang kayaknya kok serba bisa dan popular. Orang-orang ini kayaknya seperti sebuah ‘magnet’ keberhasilan. Alhasil karena rasa iri kita kita suka berpikir "Andaikan aku punya bakat seperti dia”, "Wah, coba aku secantik dia", “Asik yah jadi dia, disenangi banyak orang”.

Kita tidak bisa memilih talenta kita seperti apa, kita dilahirkan dikeluarga seperti apa, kita

Monday, 27 July 2015

2 Langkah Jitu Untuk Hidup Yang Lebih Baik

image : theurbandater.com
Sebenarnya kenapa Tuhan ingin kita hidup kudus ? Tentu saja untuk kepentingan kita sendiri, Tuhan sering mengingatkan kita untuk hidup kudus karena memang itu adalah satu-satunya jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Bayangkan seorang Bapak yang sudah beristri, pintar cari duid, pintar bangun relasi, pintar mendidik anak-anaknya, tetapi suka berselingkuh.... Tentu saja suatu saat akan hal ini akan menjadi bom waktu bagi orang tersebut, rumah tangganya sedang menuju kekacauan bukan menuju kedamaian. Setuju ?

Nah, pertanyaannya, bentuk kekudusan itu seperti apa sih ?
Apakah dengan kita tidak merokok, tidak minum, tidak party, tidak nge-drugs, tidak ciuman sebelum menikah dsb itu disebut kekudusan ?
Yah itu disebut kekudusan, tetapi sebenarnya suka nyadar gak, bahwa setiap orang mempunyai standar kekudusan yang berbeda-beda. Ada yang merasa it’s oke untuk nge-beer, ada yang bilang enggak, ada juga yang bilang ga apa-apa untuk ciuman or ngerokok, itu wajar koq, ada juga yang bilang enggak.

Opps… hati-hati lho, kita harus kembali lagi ke standar kekudusan yang Tuhan katakan, bukan standar yang mayoritas orang katakan.
Karena terlalu luas bila dibahas satu persatu bentuk kekudusan tersebut, mari kita pelajari akarnya,

Wednesday, 8 July 2015

Transformasikan diri kamu berdasarkan temperamen

Pernahkah kamu menemui seseorang yang sudah kamu nasehati, kamu arahkan, bahkan kamu marahi, tapi karakternya tidak berubah ? masih keras kepala, seenaknya, sombong, mudah emosi…
Seringkali perubahan terbesar yang kita inginkan (kita berpikir) datangnya dari luar padahal sebenarnya perubahan terbesar ada dalam pola pikir kita. Walaupun seseorang berada dilingkungan yang baik, namun bila masih ada kekerasan hati tetap tidak akan membawa perubahan sifat atau karakter-karakternya. Makanya tidak aneh bila banyak orang yang kenal Yesus, tapi tidak mengalami perubahan karakter.

Kenapa seorang petinju membutuhkan seorang pelatih ? Toh belum tentu pelatih tersebut lebih hebat dari petinjunya kan ? Karena seorang petinju tetap membutuhkan seseorang untuk melihat “blind spot” sang petinju, agar bisa mengkoreksi kekurangan-kekurangannya. Apakah pergerakan kakinya salah, posisi badannya salah, tinjunya kurang keatas dsb.
Dan hebatnya Allah pencipta kita sudah menyediakan pelatih-pelatih agar kita semakin maksimal!

Monday, 29 June 2015

Manusia Kecil Vs Manusia Besar

Tahukah kamu, salah satu kelemahan manusia adalah selalu merasa benar ?
Ada seorang karyawan (anggap saja namanya : Kutu Kupret) yang selalu complain mengenai kekurangan perusahaannya, semua hal dikeluhkan; terlalu banyak peraturan, tidak memikirkan kesejahteraan karyawan, pemilik yang terlalu cuek, tidak ada bonus ini itu, kerjanya terlalu berat… berbagai macam hal.

Suatu ketika, curhatlah Kupret ini pada saudaranya yang sudah menjabat sebagai manajer di sebuah perusahaan besar yang sudah membuka cabang diseluruh dunia. Setelah berjam-jam curhat, dengan emosi dan perasaan yang meluap-luap. Saudaranya hanya ngomong gini :
“Hey Kupret kamu itu seperti seorang supir yang sering mengeluh karena kemacetan kota. Karena kamu pakai mobil, kamu tidak bisa melihat kondisi beberapa blok didepan kamu. Kamu hanya melihat dengan sudut pandang yang kecil.

Monday, 22 June 2015

Mari mencintai tanpa logika...

“Bukan nya aku tak tahu
Kau sudah ada yang punya
Karna kau telah bisikkan cintamu padaku
Ku tahu engkau berdusta”
“Cinta ini kadang kadang tak ada logika”

Sepenggal lirik dari lagu agnes monica mengingatkan kita akan cinta yang sudah diluar logika atau diluar akal sehat. Yah kamu pernah ‘kan punya teman yang sudah dinasehati ini itu, jangan sama si A, jangan sama si B soalnya gini gini…
Eh namanya cinta mah engga pake logika. Nasehat kamu malah sering tidak didengar. Bahkan banyak yang meninggalkan imannya gara-gara cinta.
Mungkin itu hebatnya cinta lha yah (cinta yang salah sih sebenarnya).
Tapi disini kita tidak akan membahas tentang relationship, tapi kita belajar menginstropeksi diri, kalau manusia bisa mencintai tanpa logika, kenapa yah kita begitu susah mencintai Tuhan tanpa logika juga.

Wednesday, 17 June 2015

Ini caranya agar doa-doa kamu dikabulkan

http://chicnsavvyreviews.net/
Seberapa percayakah kita, bahwa Tuhan mendengar semua doa-doa kita ? Salah satu kelemahan manusia adalah mempercayai apa yang dilihatnya, sehingga setiap apa yang tidak terlihat pasti diragukan, termasuk doa itu sendiri, seringkali dianggap sepele karena tidak kelihatan.

Tahun 1986, NASA membuka lowongan bagi 1 guru di Amerika untuk menjadi astronaut. Seorang guru bernama Frank Slazak berdoa mati-matian dan berusaha mengisi lembar aplikasi sebaik mungkin, agar menjadi 1 orang beruntung tersebut. Doanya terjawab! Dari 46000 guru diseleksi hingga menjadi 100 orang. Frank memang masuk diantara 100 orang tersebut, namun singkat cerita bukan dia yang terpilih menjadi 1 guru yang berhak ke luar angkasa.
Frank kecewa luar biasa, Frank merasa doa-doanya tidak didengar Tuhan “Why God? Why not me? What part of the right stuff did I lack? How could I face my students, my family and may community?”
28 Januari 1986. 17 Detik saat lepas landas Pesawat Challenger yang menjadi impian Frank meledak. Di saat itu semua pertanyaan Frank barulah terjawab.

Terjawabnya doa terkadang tidak bisa langsung terlihat wujudnya, seperti yang dialami Frank. Namun bukan berarti

Friday, 12 June 2015

The Negotiator

Kalian pernah kan melihat teman, saudara, atau bahkan orang tua kalian sendiri, demi nawar seribu rupiah aja, sampe ngebela-belain debat dulu tuh sama pedagang.
Terkadang ada orang yang suka sekali tawar-menawar. Prosesnya bisa lama, tetapi memberi kepuasan tersendiri ketika menawar. Sebab kita bisa memperoleh harga yang disepakati bersama, bukan ditetapkan sepihak oleh si pedagang. Karena itu ada sebagian pedagang yang sudah mensiasatinya dengan label “Harga PAS”

Sama halnya dengan doa, ada orang yang ngomong, dalam doa tidak ada negosiasi (Harga PAS
). “Doa tidak mengubah Allah. Hanya mengubah si pendoa.”
Bukankah rencana Allah pasti terjadi? Bukankah jodoh, sakit penyakit, kecelakaan dsb semuanya ditangan Tuhan ? Bukankah Tuhan selalu tahu isi hati kita ? Ngapain kita berdoa. Gitu cenah kata orang-orang.
Lho, kita hidup jangan karena “cenah kata kebanyakan orang”.

Friday, 29 May 2015

The Art of Giving



Kita sebagai manusia, sering sekali merasa kurang. Kurang waktu, kurang kaya, kurang kasih sayang, kurang perhatian. Sehingga kita tidak bisa berbagi dengan orang lain. Berbagi waktu, berbagi harta, berbagi kasih sayang, berbagi perhatian.
Tetapi sekarang pertanyaannya : Emang harus yah berbagi ? Kenapa musti gua ? Kenapa gua mesti berkorban ? Kenapa gua yang repot ?

Amsal 11:24 Ada orang yang menyebar harta tapi bertambah kaya. Sementara yang menyimpan harta, semakin miskin.
Ayat ini mungkin buat beberapa orang sulit dimengerti, karena kebanyakan orang mungkin berpikir menabung untuk diri sendiri saja sulit, apalagi mau kasih ke orang lain?

Namun, percayalah bahwa dunia kehidupan orang yang murah hati bertambah besar. Dunia kehidupan orang yang picik akan

Tuesday, 26 May 2015

Tips Biar Kamu Ngga Banyak Alasan


Sebuah video yang menampilkan seorang balita ditabrak dua kali oleh mobil van dan kemudian diacuhkan oleh sejumlah pejalan kaki memancing kemarahan di China dan menimbulkan pertanyaan mengapa warga tidak menolong anak tersebut.
Anak perempuan berusia 2 tahun yang kemudian diidentifikasi bernama Wang Yue itu berjalan di sebuah jalan sempit di Kota Foshan sebelum dia ditabrak sebuah van. Saat para pejalan kaki melintas tanpa memberikan pertolongan, balita yang bersimbah darah itu ditabrak kembali oleh mobil van kedua. Sebanyak 18 orang melintas tanpa memberikan pertolongan sebelum seorang tukang sampah mengangkat anak itu dan memberikannya kepada seorang perempuan yang kemudian diidentifikasi sebagai ibu anak itu.
"Hal ini merupakan pukulan bagi moralitas kita," ujar pembawa berita Stasiun Televisi Southern Television Guangdong Yan Yanzi. "Dimana hati nurani Anda? Hal ini sangat mengecewakan untuk dilihat."
Manusia membuat dinding-dinding ketidakpedulian akan sekitar, karena itu akan merepotkan, akan memakan waktu, tenaga bahkan materi. Manusia takut membantu, manusia takut mengasihi satu sama lain, manusia takut ditipu, manusia takut dirugikan, manusia takut dikecewakan.

Thursday, 7 May 2015

Jalan Hidup Kamu Sebaiknya Seperti Apa Sih ? Baca Disini Yah

Standar Hidup

Dalam hidup, butuh yang namanya acuan atau standar sehingga kita bisa membedakan mana yang benar mana yang salah. Kalau standar hidup kita rendah, pilihan hidup kita rendah. Ketika ujian sekolah, mata pelajaran yang menurut kita gampang, kita cenderung belajar sedikit doang, kalau perlu ga usah belajar. Tapi ketika mata pelajaran yang susah, tentu kita juga akan lebih rajin belajarnya.

Standar tinggi = pengorbanan tinggi = bertumbuh
Standar rendah = comfort zone = tidak ada pertumbuhan.

Seorang pekerja yang mempunyai standar tinggi, pasti akan merasa kalau banyak bicara itu menganggu konsentrasi kerja, tidak fokus, tidak produktif. Tapi seorang yang mempunyai standar rendah,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...